Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Sumber Kutipan Turas; Bukti Daya Jangkau Ilmu

     Sudah dua pekan membran otak saya riuh tak berkesudahan. Penyebabnya sederhana, kutipan langsung yang dibubuhkan penulis kitab belum lagi saya temukan. Antara kesal dan bingung lah otak menari. Tarian itu makin menjadi ketika tiga hari sebelumnya saya menghadapi hal yang sama. Dan kian tajam ketika malam ini saya mengalami hal serupa.      Dalam penulisan kitab, wabil khusus kitab babon Turas, kutip-mengutip pendapat adalah kebiasaan. Hanya saja, terdapat perbedaan dalam teknik mengutip penulis kontemporer. Penulis kitab Turas, setelah mengutip pendapat orang lain secara langsung atau bukan, seringkali hanya menyebut nama penulis yang dikutip. Tak jarang juga disertai judul kitabnya sekalian. Dan sering juga hanya dipadai dengan judul kitab saja ketika penulis kitab itu sudah terlalu masyhur dengan kitabnya. Jangan tanya halaman dan jilidnya. Tidak ada itu.      Dalam pada itu, belakangan ini, ketika saya sedang melakukan pelacakan kutip...

Usaha Berjabat Tangan Dengan Takdir Tuhan

  " Engkau tak 'kan kehilangan apa yang sudah dibagikan (baca: ditetapkan) bagimu ". Demikianlah kata paling meredakan bagi setiap kegelutan. Seamsal kalimat sihir, kalimat itu sering nian diingat-ingat oleh hamba yang sedang terjatuh, tertimpa musibah, hilang asa dan segala kondisi-kondisi negatif. Baginya, kalimat itu seakan mampu mengikhlaskan harapan yang tenggelam, meneguhkan hati yang patah, dan makin meyakinkan adanya Tuhan. Banyak kalimat-kalimat yang serumpun dengan kalimat itu. Misalnya, "tenang, Tuhan tidak akan memberikan apa yang sudah ditetapkan bukan bagianmu", atau "apa yang Tuhan takdirkan pasti akan begitu. Yakin saja lah". Dalam beberapa waktu, kalimat serupa itu sedikit banyak mampu meyakinkan kita bahwa takdir Tuhan itu absolut, pasti dan inevitable atau tak terelakkan. Meski juga, dalam berbagai kasus, kita cukup sulit mengamini kalimat itu. Sebenarnya, penolakan kalimat-kalimat serupa dapat dikatakan juga menolak penerimaa...

Peci Adidas dan Sandal Mukhlis

Peci memiliki nilai sejarah yang kuat dan mengakar dalam lingkungan masyarakat pesantren. Bagi santri, peci lebih dari sekedar identitas. Peci adalah simbol kehormatan yang tak jarang melewati kehormatan serban, meski keduanya sama belaka dipakai pada anggota tubuh paling atas. Singkatnya, bagi santri, tanpa peci bukanlah santri. Kehormatan dan nilai pada peci berbanding terbalik dengan sandal. Benda yang dipakai pada bagian tubuh paling bawah itu sering kali dicap sebagai kebutuhan sekunder bagi santri, tidak seperti peci. Mereka hanya butuh alas kaki, bahkan tanpa merek sekalipun. Merek hanya akan menyebabkan sandal menjadi bulan-bulanan teman "panjang tangan", disengaja atau tidak. Maka sering nian dijumpai santri berpeci tanpa sandal, tidak sebaliknya. Tanpa alas kaki bukanlah aib sama sekali. Apa sebab? Selain jarak tempuh kaki seorang santri hanya dalam lingkungan pesantren, seluas apa pun pesantren, juga nir-alas kaki tidak ada yang memperhatikan. Artinya, ada tida...

Sebatang Rokok, Sesetengah Kopi Susu

Adapun sebagian dari anugerah Tuhan ialah rokok dan kopi. Pasalnya, Tuhan telah bersuara dalam kitab-Nya bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang diciptakan sia-sia, tanpa makna. Bahkan "hanya" semut di dalam batu pun masih memiliki makna dari keberadaannya di dunia. Tak pelak, kopi dan rokok sama belaka dengan semut itu.  Terlepas dari berbagai hukum dan sifat yang disematkan manusia pada kedua hal itu, tetap saja kedua hal itu memiliki maknanya sendiri. Namun, agaknya makna yang tersimpan di sana hanya sebatas makna i'tibary. Artinya hanya yang mau memandang itu makna maka ia bermakna, bagi yang tidak maka tak ada pula makna yang tekandung di dalamnya. Alhasil, kebermaaknaan rokok dan kopi bersifat relatif. Makna yang tersimpan dalam keduanya berupa; pertama , sungguh kadang dipandang negatif, keduanya dalam ukuran tertentu memberi faedah tertentu juga. Rokok, yang memang banyak orang menutupi mata darinya, dalam kasus tertentu dapat menyelamatkan kesendirian yang ...