Manusia sering dibikin repot oleh dirinya sendiri. Kuat macam Captain America pun manusia adalah makhluk yang rapuh. Begitu lemah, hingga bagian dirinya sendiri berhasil meruntuhkan kedigdayaan, kejumawaan, dan kehebatan dirinya sendiri.
Seperti biasa, raja di raja itu sarapan dengan asupan nutrisi yang bergizi, 4 sehat 5 sempurna. Lengkap. Jam 10 ia dijadwalkan untuk memberi petuah dan pengumuman penting bagi rakyat dan parlemen. Layaknya seorang raja, setiap kali hendak mengisi acara penting ia dicek dokter pribadinya.
Apakah lambungnya masih normal, hingga tidak mengharuskan sang raja membelakangi mimbar. Apakah pita suaranya masih pas, hingga setelan sound system dan tetek bengek persuaraan dan pendengaran penyimak berjalan lancar. Jelas, dokter tidak mendeteksi gejala apapun. Raja dipersilahkan, bahkan untuk koar-koar, membentak anggota parlemen yang berlaku bejat. Terserah raja.
Baru saja mengakhiri mukadimah pidatonya yang memakan waktu 15 menit, tiba-tiba wajah raja memerah. Macam karakter anime kesemsem jatuh cinta. Keringat dingin mengalir deras. Jika yang sudah mic-nya basah akibat percikan air liurnya, kali ini mic lebih dahulu basah gegara keringat itu. Ia memegang kepalanya, mengaduh. Tidak hanya raja, dokter pribadinya ikut keringatan. Semua mata menuju tajam padanya. Hadirin berbisik-bisik keras. Dugaan mereka raja terserang migrain.
Dicobanya melanjutkan pidato. Apa lacur, ternyata perutnya tak mau diajak berdamai. "Kita sudahi dulu", ujar raja patah-patah dengan mukanya masih memerah, "aku mau ke toilet dulu".
Apa harganya kotoran itu? Tidak ada. Nihil. Namun, tengoklah bagaimana kotoran itu dapat membuat manusia kewalahan, menyerah. Boleh saja memakai sihir "pantat-kepala" atau mengantongi batu dalam kantong celana, tapi ingat, minimalnya kotoran itu sudah terlanjur membentrok dalam perut.
Maka bukankah kemegahan, kedigdayaan, kejumawaan, bahkan kekuasaan manusia itu palsu belaka? Kalau benar adanya manusia memiliki kemampuan, kekuatan mutlak, digdaya yang agung, bukankah soal kotoran itu saja tidak berhasil membuatnya kerepotan?
Kalau-kalau sedang merasa mampu, kuat, dan megah cobalah ke toilet dan buang kotoran itu. Dan, jangan lupa bertafakur bagaimana benda yang hanya kotoran itu bisa merepotkan anda.
Ternyata benar kata Filsuf, "Orang yg sudah mencapai puncak ilmu pengetahuan dapat mengambil pelajaran dari segala sesuatu." Bahkan dari BAB sekalipun hahaha. Tabik
BalasHapus