Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Merangsang Semangat Keilmuan

Semua ini gara-gara  Tgk Jazuli   yang menggoda saya untuk melangkah pada jejak beliau. Dan, saya pun akhirnya termakan godaan beliau. Karena memang kala itu, sekitar 3 tahun lampau, pekerjaan menahkik manuskrip belumlah sesemarak belakangan ini, jadilah saya benar-benar ingin melakukan itu. Kala itu saya paham, ada beberapa perangkat ilmu yang dibutuhkan untuk dapat melakukan Tahqiq dengan benar, bagus, dan baik. Misalnya, ilmu khat, ilmu bahasa Arab, dan ilmu rasm. Semua itu saya dapatkan dengan bantuan dan arahan beliau. Serta kedatangan Syeikh Anas, salah seorang yang paling handal dalam dunia Tahqiq, pada pertengahan tahun lalu turut menjadi pendukung pemantapan niat saya untuk terus melakukannya. Tak hanya itu, ide  Baba Shafiya   kala itu untuk mengajak sejumlah pelajar Dayah untuk melakukan Tahqiq bersama di bawah naungan Majma’ Ahmad Shaqar pun turut membuat saya makin berhasrat, meskipun hingga kini Majma' itu masih belum muncul ke permukaan. Sebelum saya ...

Menaksir Takdir

Tergesa-gesa adalah celaka. Terlambat-lambat adalah telat. Pada apapun, kedua itu tidak baik dan indah. Bahkan soal rezeki, termasuk rezeki jodoh. Tersera-sera dalam meraba-raba, menyatakan, dan menanyakan kesediaan takdir mempertemukan. Yang dikorbankan juga tak tanggung, hati dan asa adalah terdakwa paling tertuduh. Bagaimanapun, cinta tetaplah cinta. Rasa tetaplah rasa. Soal memiliki, ya, lain perkara. Mencintai satu rezeki, takdir menyatukan satu rezeki lainnya. Keduanya tidak mesti bersatu sama lain. Hanya hati dan jiwa yang paling ikhlas bisa menyimak hal ini. Adapun orang-orang yang sudah memberikan cinta pada kekasihnya yang kemudia tahu-menahu takdir membanting setir, merekalah orang yang menyakini bahwa sesungguhnya cinta adalah sifat yang tak kekal dua waktu, yang mungkin bisa tak habis-habis diberi Sang Empunya. Orang-orang yang tak menyakini demikian maka memilih jalan meraba sebelum waktunya adalah baginya petaka. Kelompok pertama, khawatir mereka akan takdir berban...